Dewa Wisnu. Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (Devanagari: विष्णु ; Viṣṇu) (disebut juga Sri Wisnu atau Nārāyana) adalah Dewa yang bergelar sebagai “shtiti” (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman. Dalam filsafat Hindu Waisnawa, Ia dipandang sebagai roh suci dan Dewa yang tertinggi.
Adapun kesepuluh avatar tersebut yakni : 1. Matsyavatara : Avatar berbentuk ikan maha besar yang menyelamatkan Manu dalam banjir besar. Muncul saat Satya Yuga. 2. Kurmavatara : Avatar berbentuk kura kura yang menjadi penahan ketika para dewa mengaduk samudramanthana. Muncul saat Satya Yuga.
Bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara. Tarumanegara adalah kerajaan Hindu kedua di Indonesia. Diperkirakan berlokasi di Lembah Sungai Citarum, Jawa Barat. Bukti berdirinya Kerajaan Tarumanegara ada pada penemuan 7 prasasti, yang terdiri dari 5 prasasti di Bogor, 1 prasasti di Jakarta dan 1 prasasti di Lebak Banten.
Menurut mitologi Hindu, Dewa Brahma lahir dengan sendirinya (tanpa Ibu) dari dalam bunga teratai yang tumbuh di dalam Dewa Wisnu pada saat penciptaan alam semesta. Legenda lain mengatakan bahwa Dewa Brahma lahir dari air. Di sana Brahman menaburkan benih yang menjadi telur emas. Dari telur emas tersebut, lahirlah Dewa Brahma Sang pencipta.
Dalam mitologi Garuda Wisnu menurut Hindu juga diceritakan awal mula Garuda menjadi tunggangan atau kendaraan Dewa Wisnu. Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana Wisnu. Kisah tentang burung Garuda ditemukan di Kitab Mahabharata, lebih tepatnya bagian pertama yaitu Adiparwa.
Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah sampai telah menerbitkan buku. Buku-buku ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat selama persediaan masih ada. Tak jarang karena persediaan telah habis banyak masyarakat tidak mendapatkan buku terbitan BPCB Jateng yang diinginkan. Salah satu permintaan masyarakat yang cukup tinggi adalah buku Dewa Dewi Masa Klasik yang diterbitkan BPCB Jateng
.
dewa wisnu menurut islam